Menurut saya, kriteria penilaian seperti ini memang sangat penting adanya. Namun, waktu saya sekolah dulu sepertinya tidak menemui. Bahkan, jawaban yang kurang sesuai dengan kalimat guru pun harus ikhlas begitu saja disalahkan. Oleh karena itu, sekarang menjadi guru, saya tidak ingin hal itu terjadi pada murid saya. Yah, meskipun memang anak-anak zaman sekarang lebih cerewet kepada gurunya. Mana berani anak zaman dulu minta nilai tinggi ke gurunya dengan apa yang telah dikerjakannya. Efek globalisasi dan arus media sosial sungguh terasa. Dengan kriteria yang lebih jelas dan detail mungkin dapat mengatadi kecerewetan mereka dan itulah yang saya lakukan selama ini, mengatasi kecerewetan mereka dengan kriteria penilaian yang telah disepakati bersama.
Blog kali ini adalah tentang kriteria penilaian. Awalnya saya sudah membuat kriteria penilaian, tapi tidak dalam bentuk tabel. Lebih sederhana dan mudah dimengerti menurut saya. Namun, setelah zoom pada hari ini, sebagai contoh punya Pak Arifin telah dibenarkan oleh Bu Capri, Sang Konsultan Pendidikan Safin Pati Sport School. Rincian yang dilakukan lebih detail dan membuat pembaca lebih mudah memahami kriteria yang dibuat. Selain itu, range angka juga lebih jelas dan terarah. Hal itu membuat penilaian jauh lebih objektif.
Untuk membuatnya terasa agak sulit di awal karena harus menyesuaikan dengan bentuk yang dicontohkan. Namun demikian, setelah merenungi dan berpikir sejenak jadi juga sedemikian rupa.

Kesepakatan bersama jadi standar dan tujuan yang akan dicapai sehingga mengatasi kecerewatan mereka, sekelumit tentang kriteria penilaian😊
BalasHapusapakah saat dialog tidak sesuai teks mempengaruhi nilai bu?
BalasHapuspandai pandai berakting nih biar dapat nilai bagus
BalasHapusSemakin transparan kriteria penilaian semakin siswa dapat memperkirakan nilai yang di dapat
BalasHapus